Cyber Harassment
Halooo pembaca! Kali ini penulis membawakan sebuah informasi tentang sebuah kasus yang menggemparkan dunia!
Media
sosial adalah tempat dimana cyber harrasment sering terjadi. Cyber harrasment
merupakan bentuk kejahatan yang memengaruhi mental korban akibat ujaran-ujaran
kebencian, pesan-pesan mengandung pelecehan, fitnah dan penguntitan yang
dilakukan di dunia maya. Pelaku cyber harrasment bisa saja orang terdekat
korban atau orang tak dikenal. Dilansir dari kompas.com, perempuan muda
cenderung khawatir terhadap kejahatan ini dengan nada rasisme, seksisme dan persoalan
pornografi.
Para pelaku
cyber harrasment memiliki beberapa ciri, diantaranya karakter pelaku dengan
pola viktimisasi dan adanya relasi antara pelaku dan korban. Pola viktimisasi terjadi
karena adanya proses komunikasi daring dengan perantara media sosial. Pelaku mencari
celah dari korban untuk berkenalan dan ketika sudah dinilai dekat, pelaku akan
mulai membawa topik sensual ke dalam percakapan. Pola viktimisasi dapat terjadi
bila adanya relasi antara pelaku dan korban. Selain itu, para pelaku sering
menggunakan kelemahan korban sebagai senjata untuuk melakukan perundungan.
![]() |
| sumber: popbela.com |
Adapun
dampak buruk dari cyber harrasment ini seperti pada kasus Amanda Todd. Kasus
ini bermula dari Todd yang berkenalan dari media sosial. Saat itu, Todd begitu
lugu hingga sang pelaku, Aydin Coban, berhasil membujuk Todd untuk memfoto
bagian privasi tubuhnya dan menyimpannya. Foto tersebut digunakan untuk
mengancam Todd bila ia tidak melakukan apa yang disuruh oleh pelaku. Hal yang paling
mengerikan adalah sang pelaku mengetahui identitas lengkap Todd. Namun, Todd
membangkang dan pelaku menyebarkan fotonya ke teman-teman sekolah Todd. Amanda
Todd memutuskan untuk bunuh diri lantaran teman-temannya merundunginya.
Kasus Amanda
Todd menggemparkan dunia lantaran ketidakadilan yang dilakukan oleh orang-orang
disekitarnya. Terlebih, pesan terakhir yang disampaikan oleh Todd melalui media
sosial membuat masyarakat dunia begitu menyayangkan perlakuan orang-orang
padanya. Pada akhirnya, dunia membuka donasi untuk Amanda Todd dan orang-orang
yang menjadi korban cyber harrasment. Perhatian dunia pada cyber
harrasment semakin berkembang karena semakin banyaknya korban-korban seperti Amanda
Todd.
Penulis : Elsa Fitriani
Topik : Cyber Crime, Cyber Harassment
https://www.ui.ac.id/pola-penggunaan-media-sosial-dan-hubungannya-dengan-risiko-viktimisasi-virtual/

Komentar
Posting Komentar